DUKUNGAN SOSIAL SEBAGAI FAKTOR PENGUAT HEALTH LITERACY PADA MAHASANTRI

Syadza Tazkia, Tuti Nuraini, Andi Amalia Wildani, Kuntarti Kuntarti

Abstract


Rendahnya tingkat health literacy (HL) di kalangan mahasiswa menjadi tantangan dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren. Dukungan sosial diperkirakan menjadi faktor pengaruh tingkat HLTujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat HLMetode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 171 mahasantri yang dipilih melalui stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Health Literacy Survey-Europe-16 Questions (HLS-EU-Q16) dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Analisis data menggunakan uji chi squareHasil: Sebanyak 60,23% responden memiliki dukungan sosial yang baik. sebanyak 50,88% responden memiliki HL yang baik, sedangkan 49,12% lainnya memiliki HL kurang baik. Terdapat hubungan signifikan antara dukungan sosial dan tingkat health literacy (ρ = 0,011). Mahasantri dengan dukungan sosial yang baik memiliki kemungkinan 2,346 kali lebih besar untuk memiliki health literacy yang baik dibandingkan santri dengan dukungan sosial kurang baik. Diskusi: Tingkat dukungan sosial yang baik berhubungan dengan tingkat health literacy mahasantri yang baik, begitu pun sebaliknya. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan health literacy. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan jaringan dukungan sosial dan program edukasi kesehatan guna meningkatkan tingkat health literacy mahasantri.

Kata Kunci: dukungan sosial, health literacy, mahasantri, pesantren.

 

Social Support as A Reinforcing Factor for Health Literacy among Mahasantri

ABSTRACT

Low levels of health literacy (HL) among university students pose a significant challenge to public health promotion efforts, including within Islamic boarding school (pesantren) environments. Social support is anticipated to be an influential factor in determining HL levels. Objective: This study aims to analyze the correlation between social support and health literacy levels. Methods: A descriptive quantitative design with a cross-sectional approach was employed, involving 171 mahasantri (Islamic boarding school university students) selected through stratified random sampling. Research instruments included the Health Literacy Survey-Europe-16 Questions (HLS-EU-Q16) and the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Data were analyzed using the chi-square test. Results: The findings revealed that 60.2% of respondents perceived good social support. The average health literacy score among respondents was 12.76 (95% CI, SD 3.33). Furthermore, a significant correlation was found between social support and health literacy levels (ρ = 0.011). Mahasantri with good social support were 2.346 times more likely to possess adequate health literacy compared to those with poorer social support. Discussion: Higher levels of social support are correlated with better health literacy among mahasantri, and vice versa. Conclusion: There is a significant correlation between social support and health literacy. Consequently, efforts to strengthen social support networks and implement health education programs are essential to enhance health literacy levels among mahasantri.

Keywords: Social Support, Health Literacy, Mahasantri, Pesantren


Full Text:

PDF

References


Berman, A., Snyder, S.J., & Frandsen, G. (2021). Kozier & Erb’s fundamentals of nursing: Concepts, practice, and process (11th ed.). Pearson Education

Emilia, D. & Wahjuni, E.S. (2020). Gambaran tingkat literasi kesehatan mahasiswa Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Surabaya. Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, 8(1), 163–167.

Iqbal, W., Gusti, A., Pratama, D.K., Wahyuni, R. (2023). Determinan tingkat literasi kesehatan masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas. Jurnal Kesehatan Mercusuar, 6 (1), 8–18.

Ismah, S.A. (2025). Pengaruh dukungan sosial terhadap kesehatan mental mahasiswa rantau Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Brebes (KPMDB) Komisariat UIN Jakarta [Undergraduate thesis]. Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia.

Mackert, M., Mabry-Flynn, A., Champlin, S., Donovan, E.E., & Pounders, K. (2016). Health literacy and health information technology adoption: The potential for a new digital divide. Journal of Medical Internet Research, 18(10), e264. https://doi.org/10.2196/jmir.6349.

Maharsi, H.R.D., Redjeki, E.S., Rachmawati, W.C., & Adi, S. (2024). Hubungan akses mendapatkan informasi dengan tingkat literasi kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Pondok Pesantren Roudlotul Hidayah Mojokerto. Sport Science and Health, 6(5), 488–496.

Nasriyanto, E.N. (2018). Determinan sosial dan tingkat literasi kesehatan mahasiswa Program Sarjana Reguler Universitas Indonesia Tahun Angkatan 2017/208 [Master Tesis]. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia.

Nurjanah, Soenaryati, S., Rachmani, & E. (2016). Health literacy pada mahasiswa kesehatan, sebuah indikator kompetensi kesehatan yang penting. VisiKes Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 135–142.

Nutbeam, D. (2000). Health literacy as a public goal: A challenge for contemporary health education and communication strategies into the 21st Century. Health Promotion, 15(3), 259–267.

Prasetiani, A.G. (2020). Literasi kesehatan penyakit tidak menular: Literatur review. Jurnal Ners Lentera, 8(1), 91–101.

Porter, C.M. (2016). Revisting precede-proceed: A leading model for ecological and ethical health promotion. Health Education Journal, 75(6), 753–764. https://doi.org/10.1177/0017896915619645.

Sabaghinejad, Z. (2023). Factors predicting health literacy and factors associated to it: A systematic review. Health Education and Health Promotion, 11(4), 581–589.

Sorensen, K., Broucke, S.V., Fullam, J., Doyle, G., Pelikan, J., Slonska, Z., & Brand, H. (2012). Health literacy and public health: A systematic review and integration of definitions and models. BMC Public Health, 12(80), 1–13. https://doi.org/10.1186/1471-2458-12-80.

Trifilia, E. (2013). Hubungan antara perceived social support dan self-esteem, pada mahasiswa psikologi jenjang sarjana tahun 2013 [Undergraduate thesis]. Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia.

Utami, S.D., Asniar, A., & Hayati, W. (2023). Social support and subjective well-being among adolescents living in islamic boarding school in rural Indonesia. International Journal of Nursing Education, 15(3), 72–76. https://doi.org/10.37506/ijone.v15i3.19576.

Zimet, G.D., Dahlem, N.W., Zimet, S.G., & Farley, G.K. (1988). The multidimensional scale of perceived social support. Journal of Personality Assessment, 52(1), 30–41. https://doi.org/10.1207/s15327752jpa5201_2.




DOI: http://dx.doi.org/10.32419/jppni.v11i1.715

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Creative Commons License

Jurnal PPNI (P-ISSN: 2503-1376 ; E-ISSN: 2549-8576)

Published by PPNI