Open Access Open Access  Restricted Access Subscription Access

HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT PELAKSANA DI INSTALASI RAWAT INAP

Handri Gumelar, Eny Kusmiran, Mokhamad Sandi Haryanto

Abstract


Beban kerja merupakan sesuatu yang muncul dari interaksi antara tuntutan tugas, lingkungan kerja, keterampilan, perilaku dan persepsi dari pekerja. Beban kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mengakibatkan kelelahan. Kelelahan kerja perawat merupakan gejala yang berhubungan dengan penurunan efesiensi kerja, keterampilan, serta kebosanan pada perawat. Tujuan Penelitian: menganalisis hubungan beban kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada perawat pelaksana di Instalasi Rawat Inap Lantai 1 RSUD Sekarwangi. MetodePenelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan responden sebanyak 58 orang. Cara pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang dipergunakan adalah kuesioner beban kerja adaptasi dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia dengan 15 pertanyaan dan kuesioner kelelahan kerja dari Tarwaka dengan 30 pertanyaan.  Kedua instrumen telah valid dan reliabel.  Analisis data menggunakan uji kategorik tidak berpasangan alternatif chi-square Kolmogorov-Smirnov. Hasil: lebih dari setengah responden mengalami beban kerja berat sebesar 56,9%. Sebagian besar responden mengalami kelelahan tinggi yaitu 67,2%. Tidak terdapat hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja nilai (p=0,338). Diskusi: Beban kerja perawat yang tinggi akan menyebabkan kelelahan kerja perawat. Kelelahan kerja akan berdampak pada pelayanan kepada pasien tidak optimal sehingga berisiko terhadap keselamatan pasien. Meskipun hasil analisis hubungan antar variabel secara statistik tidak bermakna, namun pada kajian secara praktik menunjukkan bahwa beban kerja berlebihan dapat memengaruhi kelelahan kerja. Adanya perbedaan temuan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya kemungkinan dapat disebabkan oleh adanya perbedaan lokasi pengambilan data, instrumen penelitian yang digunakan, dan keterbatasan jumlah sampel.  Kesimpulan: Banyak faktor yang memengaruhi kelelahan kerja.  Hasil penelitian dapat menjadi tolak ukur serta pertimbangan untuk dikembangkannya materi pembelajaran tentang beban kerja terhadap kelelahan kerja beserta faktor-faktor lainnya yang akan memengaruhi beban kerja perawat.

Kata kunci: Beban kerja, kelelahan kerja, perawat

Correlation Between Workload and Work Fatigue in Executing Nurses in Inpatient Instalation

ABSTRACT

Workload is something that emerges from an interaction between task demands, work environment, skills, behavior and perceptions of workers. It is one of the factors that can cause fatigue. Nurses’ work fatigue is a symptom correlated with a decrease in work efficiency, skills, and boredom in nurses. Objective: to analyze the correlation between workload and level of work fatigue in executing nurses at the 1st Floor Inpatient Installation of Sekarwangi Regional Hospital. Methods: This research is descriptive analytic with a cross sectional approach with 58 respondents. Samples were taken   using total sampling. The instruments used were an adapted workload questionnaire from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia with 15 questions and a work fatigue questionnaire from Tarwaka with 30 questions. Both instruments were valid and reliable. Data were analyzed using an alternative unpaired categorical chi-square test of Kolmogorov-Smirnov. Results: More than half of the respondents (56.9%) experienced a heavy workload. Most of the respondents (67.2%) experienced high fatigue. There was no correlation between workload and work fatigue (p=0.338). Discussion: Nurses’ high workload would cause nurses’ work fatigue. Work fatigue would have an impact on unsatisfactory service to patients so that it risked patient safety. Although the results of the analysis of the correlation between variables was not statistically significant, the practical study indicated that excessive workload could affect work fatigue. The differences in the findings of this research with previous studies might be due to differences in the location of data collection, the research instruments used, and the limited number of samples. Conclusion: Many factors affect work fatigue. The results of this research can be used as a benchmark and consideration for the development of learning materials about the impact of workload on work fatigue and other factors that will affect the nurses’ workload.

Keywords: workload, work fatigue, nurses


References


American Institute for Healthcare Management. Nurse Workload, Staffing, and Measurement. Retrieved from https://www.amihm.org/nurse-workload-staffing-and-measurement/

Alamadi, B.A dan Ahharbi, M. F. (2018). Work-Related Fatigue Factors among Hospital Nurses: An Integrative Literature Review. Nurse Media Journal of Nursing. 8(2), 113-133.

Alghamdi, M. G. (2016). Nursing workload: a concept analysis. J Nurs Manager, 24(4), 449-457.

Altafin, J. A. M., Grion, C. M. C., Tanita, M. T., Festti, J., Cardoso, L. T. Q., Veiga, C. F. F., …, Matsuo, T. (2014). Nursing activities score and workload in the intensive care unit of a university hospital. Rev Bras Ter Intensiva, 26(3), 292-298.

Azadi, M., Azimian, J., Mafi, M., Fashvand, F. (2020). Evaluation of nurses’ workload in the intensive care unit, neonatal intensive care unit and coronary care unit: an analytical study. Journal of Clinical and Diagnostic Research, 14(11), 5-7.

Cahyani, I. D., Wahyuni, D., Kurniawan, B. (2016). Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Motivasi Kerja pada Perawat Rumah Sakit Jiwa (Studi Pada Bangsal Kelas III RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(2), 76-85.

Cucu, Nuraeni, H., Muryani, A. (2019). Analisis beban kerja perawat di ruang rawat inap rumah sakit gigi mulut universitas padjajaran tahun 2018. JSK, 4(4), 164-172.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2005). Instrumen Evaluasi Penerapan Standar Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit. Jakarta: Dirjen Pelayanan Medik.

Dridjo, M. M. & Prayitno, E. (2016). Hubungan Antara Beban Kerja dengan Keinginan Pindah Kerja Tenaga Keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Sangatta. Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(2), 75-100.

Ekawati, A. (2018). The Analysis of Workload and Need of Nurse with WISN Method in Inpatient Room in Hospital X in Yogyakarta. JMMR, 7(1), 69-75.

Handayani, P. & Hotmaria, N. (2021). Hubungan beban kerja dengan kelelahan kerja perawat. Indonesian Journal of Nursing Health Science, 6(1), 1-5.

Hariyono, W., Suryani, D. Wulandari, Y. (2009). Hubungan Antara Beban Kerja, Stres Kerja dan Tingkat Konflik dengan Kelelahan Kerja Perawat di Rumah Sakit Islam Yogyakarta PDHI Kota Yogyakarta. KES MAS, 3(3), 162-232.

MacPhee, M., Dahinten, V.S., Havaei, F. (2017). The Impact of Heavy Perceived Nurse Workloads on Patient and Nurse Outcomes. Adm. Sci, 7, 7. doi:10.3390/admsci7010007.

Martinaningtyas, G., Girsang, L., Astuti, W., Pakpahan, M., Purimahua, D. I. (2020). The relationship between workload and nursing job satisfaction in one private hospital in the west region of Indonesia. Jurnal Ners, 16(2), 95-102.

Mulfiyanti, D., Muis, M., & Rivai, F. (2019). Hubungan Stres Kerja dan Beban Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Perawat di RSUDTenriawaru Kelas B Kabupaten Bone. JKMM, 2(2), 1-12.

Noprianty, R., Febianti, S. A., Fikri, J. (2020). Analysis of nurses staff needs using workload indicate staff need in pediatric ward with time motion study. JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit), 9(1), 13-22.

van den Oetelaar, W. F. J. M., van Stel, H. F., van Rhenen, W., Stellato, R. K., Grolman, W. (2016). Balancing nurses’ workload in hospital wards: study protocol of developing a method to manage workload. BMJ Open, 6, e012148.

Perwitasari, D. & Tualeka, A. R. (2017). Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja Subjektif pada Perawat di RSUD DR. Mohamad Soewandhie Surabaya. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 6(3), 362-370.

Purba, S. I. A. (2018). Hubungan Beban Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Tahun 2018 [Skripsi]. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia.

Ramdan, I. M. & Fadly, O. N. (2016). Analisis factor yang berhubungan dengan burnout pada perawat kesehatan jiwa. Jurnal Keperawatan Padjajaran, 4(2), 170-178.

Retnosari, D. F. & Dwiyanti, E. (2017). Hubungan antara beban kerja dan status gizi dengan keluhan kelelahan kerja pada perawat instalasi rawat jalan di RSI Jemursari. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 3(1), 8-17.

Rizany, I., Hariyati, T. S., Purwaningsih, S. (2016). Optimalisasi fungsi kepala ruangan dalam penetapan jadwal dinas perawat berbasis kompetensi: Pilot study. Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia, 1(3), 244-256.

Romadhoni, R. D. & Pudjirahardjo, W. J. (2016). Beban kerja obyektif tenaga perawat di pelayanan rawat inap rumah sakit. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 4(1), 57-66.

Setyawati, L. (2010). Selintas tentang kelelahan kerja. Yogyakarta: Amara books.

Somantri, I., Yuliati, M., Winwood, P., Adiningsih, D. (2020). Work-Related Fatique Among Inpatient Unit Nurses. JNC, 3(3),199-205.

Suma’mur, P. K. (2009). Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes). Jakarta: PT. Sagung Seto.

Suwandi, A.W. A., Kawatu, P. A. T., Akili, R. A. (2017). Hubungan Antara Beban Kerja dan Stres Kerja dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat Rumah Sakit Bhayangkara TK. III Manado [Skripsi]. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia.

Tarwaka. (2015). Ergonomi untuk keselamatan, Kesehatan kerja dan Produktivitas. Surakarta: UNIBA PRESS.

Vilia, A. Saftarina, F., Larasati, T. A. (2014). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat di Instalasi Rawat Inap RSUD DR. H. Abdul Moeleok Bandar Lampung. Medical Journal of Lampung University, 3(5), 18-25.

Wignjosoebroto, S. (2003). Ergonomi Studi Gerak dan Waktu Teknik Analisis untuk Peningkatan Produktivitas Kerja. Surabaya: Guna Widya.

Zdanowicz, T., Turowski, K., Celej-Szuster, J., Lorencowiz, R., Przychodzka, E. (2020). Insomnia, Sleepiness, and Fatigue Among Polish Nurses. Workplace Health Saf, 68(6), 272-278.




DOI: http://dx.doi.org/10.32419/jppni.v6i2.264

Article Metrics

Abstract view : 286 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Creative Commons License
Jurnal PPNI (P-ISSN: 2503-1376 ; E-ISSN: 2549-8576)